Buku
ialah segudang ilmu. Semua genre buku memiliki misinya masing-masing. Di dalam
buku banyak terukir kata-kata yang berusaha menarik perhatian pembaca. Membaca
bukanlah kegemaranku, tapi beriringnya waktu berjalan waktu aku kelas X ada
satu buku yang menaklukan pandanganku. Semua bermula dari ibuku. Karena ibuku
sangat suka membaca. Semua jenis buku ia baca, terkhususnya novel. Suatu hari
aku dengan tidak sengaja melirik satu novel diantara koleksi buku-buku ibuku.
Sebuah novel yang bersampulkan hitam dan bertuliskan tinta putih, entah mengapa
hatiku terenyah dan langkah demi langkah aku menghampiri novel itu. Mataku pun
mulai membaca kata demi kata di belakang novel tersebut. Rasa penasaranku
tercipta pada isi novel itu. Akhirnya aku larikan novel itu ke dalam kamarku.
Tapi waktu tidak mendukungku untuk membaca novel itu, karena banyak tugas
sekolah yang menumpuk di atas meja belajarku, mereka seakan-akan memanggilku
“Selesaikan tugasmu Suci”. Akupun menunda membaca novel itu dan meyimpannya di
sela-sela meja belajarku. Karena tugas yang terlalu menggunung dan menyita
banyak waktu sehingga membuatku lelah dan membutuhkan asupan istirahat, yah
jadinya aku tidak memiliki waktu akan novel yang tadinya hendak aku telusuri.
Beberapa minggu berjalan sepulang sekolah pikiranku muncul dan teringat
terhadap novel yang membuat hatiku penasaran beberapa minggu yang lalu. Dan aku
mulai menjelajah meja belajar untuk menemukan novel tersebut. Dan hari itu hari
sialku entah kemana novel itu berada, telah aku cari dari sudut ke sudut tapi
aku tidak mendapatkannya, karena aku lelah dan aku terbaring sebentar di kasur
empukku. Malam telah datang aku berniat ingin menanyakan kepada ibuku dimana
nasib novel itu berada. Aku langkahkan kakiku ke kamar ibuku, pertanyaanku
terjawab ternyata novel itu berada di tangan teman ibuku. Hati sedikit kecewa
namun ibuku bilang kalau novel itu akan dikembalikan lagi pada ibu, ya
setidaknya rasa kecewaku terhadap pernyataan itu membuat aku tersenyum kembali,
karena awalnya aku pikir ibu memberikan novel itu ke temannya ternyata hanya
meminjamkannya saja.
Hari
libur sekolah telah datang dan alhamdulilah aku beranjak naik ke kelas XI dan
mendapatkan nilai yang tidak begitu mengecewakan. Karena hari libur panjang
waktu-waktuku dipenuhi dengan kebosanan. Lalu hati dan pikiranku tertuju untuk
ke lemari ibu yang dipenuhi buku-buku nan banyak. Wajahku tersirat senyuman
kesenangan karena novel yang berbulan-bulan lamanya yang telah membuat aku
penasaran dia ada di depan mataku sendiri. Langsung aku rampas novel itu dari
lemari beranjak dari ruangan tersebut menuju kamar. Tidak pikir panjang-panjang
dan tidak ingin menunda-nundanya, aku langsung membuka cover dari novel itu dan
membaca selembar demi selembar kertas di dalam novel tersebut. Novel itu sudah
menghipnotis hatiku, sehingga membuat aku terus dan terus membaca uraian kata
demi kata yang tertuliskan di dalam novel itu. Ternyata membaca suatu hal yang
sudah membuat hati kita penuh teka teki akan bacaan tersebut dan senang akan
isi dari buku tersebut ialah menjadikan terciptanya rasa senang dan gemar dalam
melirik kata per kata pada buku tersebut. Waktu terus berjalan, hari silih
berganti, bulan berganti mentari, dan aku masih saja terpaku dan terkesipu pada
novel itu. Oh iya aku belum memperkenalkan judul dari novel yang sudah membuat
aku terhipnotis padanya. Novel itu berjudul 5 cm. Libur panjangku telah usai,
aku mulai kembali ke rutinitasku untuk bersekolah. 5 cm belum selesai aku
jelajahi dari bab ke bab yang ada, yang pada akhirnya disela waktuku di sekolah
aku gandeng novel itu layaknya seperti kekasih yang selalu ada dan tak
memandang tempat dimanapun aku hendak membacanya. Karena aku terlalu asik pada
novel itu sehingga orang yang berada disekitarku terabaikan. Tapi aku tetap
menjalankan kewajibanku sebagai siswa yang berusaha taat pada tugas sekolah
ataupun sebagai anak pertama di rumah yang taat akan tugas rumah.
Mungkin
kalian penasaran kenapa aku terlalu gila terhadap novel itu. Ya novel itu
memang tidak terlalu menarik pada sisi luarnya mungkin kalian pikir novel itu
menyeramkan lantaran sampulnya yang berwarna hitam dan hanya bertuliskan 5 cm.
Tapi kalian tidak menyadari bahwa persepsi terhadap luar novel itu tidaklah
sama dengan yang ada di dalamnya. Awalnya aku juga berpikiran seperti itu, tapi
ternyata aku salah. Ternyata novel ini secara garis besar berceritakan kisah
persahabatan, percintaan, dan cinta terhadap tanah air kita ini. Hanya satu
novel saja tapi bisa mengungkapkan begitu banyak misteri didalamnya, sehingga
membuat diriku terus bertanya-tanya apa hubungan 5 cm dengan isi didalamnya.
Dan hal itulah yang membuatku jatuh hati padanya. Awal pembukaan novel itu
dengan memperkenalkan para tokoh yang karakternya masing-masing diperkuat oleh
si penulis. Aku akan menceritakan sedikit isi pada novel ini kenapa aku
menggila padanya. Di novel ini ada 5 orang tokoh yang dimana mereka menjalin
sebuah persahabatan yang bermula pada saat SMA. Mereka ialah Arial, Zafran,
Genta, Riani dan Ian. Mereka berlima memiliki karakter yang begitu unik menurut
pandanganku. Arial seorang pria tampan yang berbadan kekar karena gemar
berolahraga tapi dengan kekekarannya ternyata ia sangat begitu jatuh hati pada
sebotol kecap, kemana-mana ia selalu membawa kecapnya, ya memang terlihat aneh
dan lucu, tapi itulah karakternya. Dan yang lebih unik lagi kalau dia bertemu
ataupun berbicara dengan wanita yang ia sukai yaitu Indy teman fitnessnya pasti ia menjadi seorang pria
yang berwujud kerdil dan tidak pandai mengukir sepatah kata dari bibirnya. Beda
halnya dengan Zafran, seorang pria yang sama tampannya dengan Arial tapi tubuhnya
bertolak belakang dengan tubuh Arial, badan yang berpostur kurus, yang dunianya
penuh dengan syairan entah apa artinya itu sehingga membuat sahabatnya ingin
muntah, namun dengan kepribadiannya yang kocak dan lucu dengan tingkah laku konyolnya.
Genta, sesosok pria tampan, mapan, yang selalu menunjukkan sikap sosial dan
kepemimpinannya dan selalu dijadikan tempat curahan hati oleh
sahabat-sahabatnya karena dengan kepribadiannya yang dewasa, sederhana, dan apa
adanya. Dibalik kepribadiannya yang diidam-idamkan oleh semua wanita, namun
ternyata hatinya tersimpan sesosok wanita cantik, pintar, yang menyandang
status jomblowatinya, akan tetapi hati wanita itu tersimpan seorang pria yang
ia sukai secara diam-diam yaitu Zafran. Sehingga cinta Genta bertepuk sebelah
tangan. Wanita itu dengan jiwa sosialnya yang tinggi yang bisa membuat Genta
tertaklukkan. Wanita itu ialah Riani, namun Genta tidak memiliki sebuah keberanian
untuk jujur dalam mengungkapkan isi hatinya masing karena banyak yang ia
pertimbangkan. Dan yang terakhir Ian berpostur gendut, imut, lucu, otaknya yang
dipenuhi oleh pikiran kotor karena dibalik kamarnya tersimpan DVD porno yang
selalu ia beli di tempat langganannya. Masih terdiam dengan kuliah nya berbeda
dengan yang lainnya yang telah meraih toga masing-masing. Karena Ian terlalu
asik dengan kehidupan malasnya yang dipenuhi oleh kegilaannya pada sepak bola
dengan klub kesayangannya yaitu klub Manchaster United sehingga membuat gaya
hidupnya menjadi anak muda masa kini yang cenderung kebarat-baratan tanpa sadar
dimana mereka berpijak. Keanehan sesosok Ian bukan hanya itu saja ia sangat
menggemari mie instant yang dimana lemari dapurnya dipenuhi mie instant
kecintaannya, ditambah lagi ia menjadi fans berat seorang artis cantik yaitu
Happy Salma seakan-akan membuatnya terus bermimpi dan bekeinginan memilikinya.
Persahabatan
yang telah terajut 7 tahun lamanya dimana semua aktivitas mereka lakukan
bersama yang akhirnya mereka merasakan titik jenuh. Malam itu di Secret Garden
tempat biasa mereka nongkrong taman belakang rumah Arial. Di malam itu mereka
memutuskan untuk tidak bertemu ataupun berkomunikasi satu sama lainnya dengan
waktu 3 bulan lamanya hingga bertemu pada tanggal 14 Agustus nantinya yang
masih dirahasiakan oleh Genta. Selama tiga bulan mereka berpisah banyak
keajaiban yang membuat hati mereka saling rindu akan persahabatannya. Tentang Arial
yang jatuh cinta sama Indy, tentang Riani yang mencintai Zafran secara
diam-diam tidak ada yang tahu, Ian yang akhirnya berhasil menyelesaikan skripsinya
walaupun menghadapi banyak sekali revisi-revisi dan kegagalan yang membuatnya
hampir menyerah namun entah kenapa Ian tidak mudah menyerah, Genta yang sukses
jadi EO sebuah pameran dan memilih mengagumi Riani dengan diam, dan Zafran yang
makin tergila-gila sama Arinda, adik Arial. Tanggal yang dinanti-nanti akhirnya
datang juga, mereka dipertemukan di Stasiun Senen dan atas ide Genta mereka
merayakan pertemuan tersebut dengan sebuah perjalanan Jakarta-Malang untuk
mendaki Gunung Mahameru. Surganya dunia yang diciptakan oleh pencipta
tertitipkan di Nusantara kita ini. Dalam perjalanan menuju tanah tertinggi di
Pulau Jawa itu, banyak kejadian yang mengajarkan mereka ditambah Arinda tentang
harapan, impian, persahabatan, cinta, kebersamaan, serta arti nasionalisme
terhadap negeri tercinta ini.
Dalam
perjalanan tersebut mereka mengalami pendawasaan sebuah karakter yang mengubah
kepribadian mereka melalui sebuah pencarian hingga memaknai hikmah dan arti
kehidupan yang sesungguhnya. Satu hal yang membuat diriku makin menggilai novel
ini dimana isi dari novel tersebut mengubah cerita persahabatan menjadi kisah
petualangan yang dibumbui kisah cinta yang manis. Merupakan cinta segitiga
diantara mereka yang dikemas dengan tawa bukanlah dengan tangis. Hari-hariku
selalu dengannya, hingga tak pernah lepas dari genggamanku. Jelajahku terhadap
novel itu hampir usai seakan-akan aku tak ingin melangkahkan jariku pada
selembar kertas terakhir. Terjawab sudah teka teki di lubuk hati dan pikiranku
tentang arti 5 cm terhadap isi didalamnya. Pada novel tersebut terdapat sebuah
kutipan kalimat yang menjawab semua pertanyaanku yaitu "....Biar keyakinan
kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kamu, cuma kaki yang akan
berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari
biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan
lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari
baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan
selalu berdoa. Percaya pada 5 centimeter di depan kening kamu....". Aku
mengerti sudah kenapa novel itu berjudulkan 5 cm. Dari novel itu banyak kutipan
yang menyadarkanku arti kehidupan yang sebenarnya, arti persahabatan dibalik
cinta segitiga, dan arti dalam mensyukuri yang telah diciptakan oleh-Nya. 5 cm
adalah jarak kita menaruh mimpi dan cita-cita di depan mata. Biarkan mengambang
agar kita selalu melihatnya dan bertekad mengejarnya tanpa ada kata menyerah.
Novel inilah yang membuat aku berkesan pada peristiwa didalamnya.
Perjalanan
kisah SMAku masih berlanjut, satu persatu aku mendapatkan teman, satu persatu
temanku berbeda, dan satu persatu temanku pergi meninggalkanku. Banyak
peristiwa yang terjadi dalam hidupku di waktu aku duduk di kelas XI. Kepergian
datang menghantuiku sehingga membuat diriku merasa sendiri dan kesepian
walaupun sebenarnya lingkunganku ramai. Aku merasa tidak mempunyai seorang
sahabat dimana membuatku menjadi pendiam dan tertutup. Angan-anganku muncul
yang dimana membuat aku berharap agar bisa menemukan sebuah persahabatan yang
nyata sama halnya dengan novel yang kubaca. Hari terus berputar, tugas banyak
datang menghampiri terutama tugas berkelompok. Aku dikelompokkan pada dua orang
laki-laki dan satu perempuan. Entah mengapa semakin hari aku semakin terasa
nyaman berada didekat mereka apalagi disaat bercerita bersama-sama. Karena aku
dan mereka selalu dikelompokkan dan memiliki tugas yang sama, jadinya mereka
mengerjakan tugas-tugas sekolah dirumahku. Aku merasa senang sekali disaat
mereka datang dan berkumpul bersama. Aku merasa kisah di balik novel itu
terjadi di balik kisah hidupku. Aku terus bersyukur dan terus tanpa henti
bermimpi agar kelak aku memiliki sebuah persahabatan yang sama halnya pada
novel itu.
Bulan
berjalan aku diresmikan menjadi anggota osis dengan jabatan sekretaris osis.
Hariku terlalu padat dengan tugas-tugas yang ada. Tapi aku tidak berputus asah
ataupun mengeluh dengan keadaan yang terjadi karena aku terus di beri semangat
oleh mereka dan selalu ada disaat aku jatuh. Karena aku menjadi keanggotaan
dalam osis sehingga tugas yang diberi harus diselesaikan bersama dan sebagian
anggota yang lainnya ikut mengerjakan tugas dirumahku. Diantara mereka ada
sesosok lelaki yang membuat aku nyaman, dan aku merasa dia pantas ikut
bergabung dengan teman-temanku. Seperti biasanya setiap malam aku dan teman-temanku
rajin berkumpul bersama apapun kondisinya dan aku berinisiatif untuk mengajak
dia. Diluar perkiaraanku ternyata mereka dan dia memiliki kecocokkan dan sepaham
satu sama lain. Perlahan dia mulai ikut bergabung dengan aku dan temanku,
walaupun berbeda kelas. Namun disaat mengerjakan tugaspun dia juga ikut
meskipun terkadang tugasnya berbeda. Persahabatan kamipun semakin erat, semua
terasa indah seperti keluarga keduaku sendiri. Hampir tiada hari tanpa mereka,
apapun kami kerjakan bersama dan kami lewati bersama.
Persahabatanku
terdiri dari lima orang termasuk diriku. Tiga laki-laki dan satu perempuan. dan
ini karakter temanku, Raden Ahmad Muzakkir atau biasa dipanggil Jaki, laki-laki
satu ini merupakan anak tunggal, sedikit manja. Dan dengan lawakan kecilnya dia
mampu mencairkan suasana, dia sangat memperhatikan penampilannya. Disisi lain
dia susah mengontrol emosinya yang menggebu-gebu, namun dia selalu berusaha ada
untuk temannya. Lelaki kedua, Tiyas Eka Adinegoro biasa dipanggil Tiyas,
laki-laki macho karena memiliki tubuh yang kekar, anak pertama dari tiga
bersaudara yang selalu menuruti semua apa yang dibilang ibunya, sisi lain dia
pemalu didepan orang lain tetapi didepan kami semua dia lebih terlihat jujur
bagaimana sebenarnya dia. Lawakan lucunya dan tingkah laku konyolnya tak pernah
terlepas dari setiap waktu berkumpul bersama. Ketiga seorang wanita cantik yang
menemaniku dalam persahabatan ini, Nabelladiah dengan panggilan Bella, gadis
manja yang hampir semua kemauannya harus terkabulkan. Tetapi dengan tingkah
lakunya yang manja itu tak luput mengundang tawa. Seperti wanita pada umumnya
dia sangat mudah tersentuh disaat salah satu temannya kesusahan. Sisi lain aku
dan dia sudah berteman kurang lebih 11 tahun lamanya. Yang tekahir Dizky
Kurniawan biasa dipanggil Dizky. Kenapa dia yang terakhir ? karena dia terakhir
bergabung. Salah satu anak tunggal sama halnya dengan Jaki, hidup dikeluarga
yang apa adanya tidak membuat dia menyerah akan keadaan. Selalu berusaha hadir
disetiap berkumpulnya kami. Terkadang lawakan dan tingkah konyolnya menjadi
penghibur kami disaat penat melanda. Sisi negatifnya dia terkadang egois dengan
emosi yang kurang bisa dikontrolnya. Tapi kami berlima berusaha mengerti satu
sama lain dan berusaha saling melengkapi.
Hampir
sama halnya dengan kisah yang ada di novel. Dalam persahabatan tak luput dari
sebuah rasa yang terselubung, bak ada udang di balik batu, yaitu ada sebuah
cinta di balik persahabatan. Seiring berjalannya waktu dan kebersamaan kami.
Ternyata Jaki menyimpan rasa kepada Bella. Namun Jaki belum memberanikan diri
untuk mengungkapkan isi hatinya. Aku, Tiyas, dan Dizky sebagai sahabat berusaha
membantu dan mendukungnya. Bulanpun berganti,
disaat perlombaan paduan suara sewaktu pulang ternyata Jaki telah
mengungkapkan apa yang ada di benak hatinya pada Bella. Tetapi diluar
ekspektasi jawaban pahit harus diterima Jaki karena Bella sudah terlanjur
nyaman dengan identitasnya sebagai sahabat. Kamipun selaku sahabat mencoba
menghibur dan memberi semangat. Disaat Jaki mengulang kembali, nyatanya Bella
sudah memilih orang lain. Sempat terjadi perselisihan diantara kami karena
perbuatan Bella demikian. Namun kami tetap berusaha menjaga persahabatan ini
yang susah payah dibangun agar tidak hancur dalam hal apapun. Ternyata ada rasa
yang terselubung diantara aku dan Dizky. Sebenarnya aku telah lama mengenal
Dizky, disaat aku bersedih ataupun mendapatkan masalah dia selalu menemaniku
dan tak segan memberi waktu untukku disaat aku menceritakkan kegundahan hatiku.
Dia merupakan pendengar yang baik dan memberikan saran terbaik padaku. Hingga
pada akhirnya aku dan dia menyimpan perasaan yang sama. Waktu berjalan aku dan
dia telah merajut sebuah hubungan sebagai kekasih sekaligus sahabatku. Tak
cukup sampai disitu dengan hubungan kami mengundang pula sedikit pertentangan
dari ketiga sahabatku. Tapi aku dan Dizky menciptakan jalan terbaik untuk
persahabatan kecil ini.
Bagaimanapun
permasalahan yang datang dan konflik yang mucul, kami berusaha agar tiada
terjadi perpecahan. Sedihpun kami ubah menjadi tawa bersama. Aku bersyukur bisa
menemukan mereka disampingku. Nyatanya impian dan harapanku agar bisa memiliki
persahabatan seperti novel itu terwujud. Hampir seluruh kisah novel itu sama
dengan kisah persahabatanku. Berkat novel itu persahabatanku tercipta,
kebetulan persahabatan ini berlima akhirnya aku dan sahabatku sepakat menamai
persahabatan ini dengan nama 5 Km
sebagai plesetan dari novel itu. Terimakasih novel kesayanganku novel
yang telah membuat hidupku berkesan dan tahu arti kehidupan yang sesungguhnya,
sahabatku, keluarga kecilku, 5 Km........
Selesai

Tidak ada komentar:
Posting Komentar