Minggu, 30 Oktober 2016

Karangan



Satu Buku Berjuta Cerita

            Buku ialah segudang ilmu. Semua genre buku memiliki misinya masing-masing. Di dalam buku banyak terukir kata-kata yang berusaha menarik perhatian pembaca. Membaca bukanlah kegemaranku, tapi beriringnya waktu berjalan waktu aku kelas X ada satu buku yang menaklukan pandanganku. Semua bermula dari ibuku. Karena ibuku sangat suka membaca. Semua jenis buku ia baca, terkhususnya novel. Suatu hari aku dengan tidak sengaja melirik satu novel diantara koleksi buku-buku ibuku. Sebuah novel yang bersampulkan hitam dan bertuliskan tinta putih, entah mengapa hatiku terenyah dan langkah demi langkah aku menghampiri novel itu. Mataku pun mulai membaca kata demi kata di belakang novel tersebut. Rasa penasaranku tercipta pada isi novel itu. Akhirnya aku larikan novel itu ke dalam kamarku. Tapi waktu tidak mendukungku untuk membaca novel itu, karena banyak tugas sekolah yang menumpuk di atas meja belajarku, mereka seakan-akan memanggilku “Selesaikan tugasmu Suci”. Akupun menunda membaca novel itu dan meyimpannya di sela-sela meja belajarku. Karena tugas yang terlalu menggunung dan menyita banyak waktu sehingga membuatku lelah dan membutuhkan asupan istirahat, yah jadinya aku tidak memiliki waktu akan novel yang tadinya hendak aku telusuri. Beberapa minggu berjalan sepulang sekolah pikiranku muncul dan teringat terhadap novel yang membuat hatiku penasaran beberapa minggu yang lalu. Dan aku mulai menjelajah meja belajar untuk menemukan novel tersebut. Dan hari itu hari sialku entah kemana novel itu berada, telah aku cari dari sudut ke sudut tapi aku tidak mendapatkannya, karena aku lelah dan aku terbaring sebentar di kasur empukku. Malam telah datang aku berniat ingin menanyakan kepada ibuku dimana nasib novel itu berada. Aku langkahkan kakiku ke kamar ibuku, pertanyaanku terjawab ternyata novel itu berada di tangan teman ibuku. Hati sedikit kecewa namun ibuku bilang kalau novel itu akan dikembalikan lagi pada ibu, ya setidaknya rasa kecewaku terhadap pernyataan itu membuat aku tersenyum kembali, karena awalnya aku pikir ibu memberikan novel itu ke temannya ternyata hanya meminjamkannya saja.

            Hari libur sekolah telah datang dan alhamdulilah aku beranjak naik ke kelas XI dan mendapatkan nilai yang tidak begitu mengecewakan. Karena hari libur panjang waktu-waktuku dipenuhi dengan kebosanan. Lalu hati dan pikiranku tertuju untuk ke lemari ibu yang dipenuhi buku-buku nan banyak. Wajahku tersirat senyuman kesenangan karena novel yang berbulan-bulan lamanya yang telah membuat aku penasaran dia ada di depan mataku sendiri. Langsung aku rampas novel itu dari lemari beranjak dari ruangan tersebut menuju kamar. Tidak pikir panjang-panjang dan tidak ingin menunda-nundanya, aku langsung membuka cover dari novel itu dan membaca selembar demi selembar kertas di dalam novel tersebut. Novel itu sudah menghipnotis hatiku, sehingga membuat aku terus dan terus membaca uraian kata demi kata yang tertuliskan di dalam novel itu. Ternyata membaca suatu hal yang sudah membuat hati kita penuh teka teki akan bacaan tersebut dan senang akan isi dari buku tersebut ialah menjadikan terciptanya rasa senang dan gemar dalam melirik kata per kata pada buku tersebut. Waktu terus berjalan, hari silih berganti, bulan berganti mentari, dan aku masih saja terpaku dan terkesipu pada novel itu. Oh iya aku belum memperkenalkan judul dari novel yang sudah membuat aku terhipnotis padanya. Novel itu berjudul 5 cm. Libur panjangku telah usai, aku mulai kembali ke rutinitasku untuk bersekolah. 5 cm belum selesai aku jelajahi dari bab ke bab yang ada, yang pada akhirnya disela waktuku di sekolah aku gandeng novel itu layaknya seperti kekasih yang selalu ada dan tak memandang tempat dimanapun aku hendak membacanya. Karena aku terlalu asik pada novel itu sehingga orang yang berada disekitarku terabaikan. Tapi aku tetap menjalankan kewajibanku sebagai siswa yang berusaha taat pada tugas sekolah ataupun sebagai anak pertama di rumah yang taat akan tugas rumah.

            Mungkin kalian penasaran kenapa aku terlalu gila terhadap novel itu. Ya novel itu memang tidak terlalu menarik pada sisi luarnya mungkin kalian pikir novel itu menyeramkan lantaran sampulnya yang berwarna hitam dan hanya bertuliskan 5 cm. Tapi kalian tidak menyadari bahwa persepsi terhadap luar novel itu tidaklah sama dengan yang ada di dalamnya. Awalnya aku juga berpikiran seperti itu, tapi ternyata aku salah. Ternyata novel ini secara garis besar berceritakan kisah persahabatan, percintaan, dan cinta terhadap tanah air kita ini. Hanya satu novel saja tapi bisa mengungkapkan begitu banyak misteri didalamnya, sehingga membuat diriku terus bertanya-tanya apa hubungan 5 cm dengan isi didalamnya. Dan hal itulah yang membuatku jatuh hati padanya. Awal pembukaan novel itu dengan memperkenalkan para tokoh yang karakternya masing-masing diperkuat oleh si penulis. Aku akan menceritakan sedikit isi pada novel ini kenapa aku menggila padanya. Di novel ini ada 5 orang tokoh yang dimana mereka menjalin sebuah persahabatan yang bermula pada saat SMA. Mereka ialah Arial, Zafran, Genta, Riani dan Ian. Mereka berlima memiliki karakter yang begitu unik menurut pandanganku. Arial seorang pria tampan yang berbadan kekar karena gemar berolahraga tapi dengan kekekarannya ternyata ia sangat begitu jatuh hati pada sebotol kecap, kemana-mana ia selalu membawa kecapnya, ya memang terlihat aneh dan lucu, tapi itulah karakternya. Dan yang lebih unik lagi kalau dia bertemu ataupun berbicara dengan wanita yang ia sukai yaitu Indy teman fitnessnya pasti ia menjadi seorang pria yang berwujud kerdil dan tidak pandai mengukir sepatah kata dari bibirnya. Beda halnya dengan Zafran, seorang pria yang sama tampannya dengan Arial tapi tubuhnya bertolak belakang dengan tubuh Arial, badan yang berpostur kurus, yang dunianya penuh dengan syairan entah apa artinya itu sehingga membuat sahabatnya ingin muntah, namun dengan kepribadiannya yang kocak dan lucu dengan tingkah laku konyolnya. Genta, sesosok pria tampan, mapan, yang selalu menunjukkan sikap sosial dan kepemimpinannya dan selalu dijadikan tempat curahan hati oleh sahabat-sahabatnya karena dengan kepribadiannya yang dewasa, sederhana, dan apa adanya. Dibalik kepribadiannya yang diidam-idamkan oleh semua wanita, namun ternyata hatinya tersimpan sesosok wanita cantik, pintar, yang menyandang status jomblowatinya, akan tetapi hati wanita itu tersimpan seorang pria yang ia sukai secara diam-diam yaitu Zafran. Sehingga cinta Genta bertepuk sebelah tangan. Wanita itu dengan jiwa sosialnya yang tinggi yang bisa membuat Genta tertaklukkan. Wanita itu ialah Riani, namun Genta tidak memiliki sebuah keberanian untuk jujur dalam mengungkapkan isi hatinya masing karena banyak yang ia pertimbangkan. Dan yang terakhir Ian berpostur gendut, imut, lucu, otaknya yang dipenuhi oleh pikiran kotor karena dibalik kamarnya tersimpan DVD porno yang selalu ia beli di tempat langganannya. Masih terdiam dengan kuliah nya berbeda dengan yang lainnya yang telah meraih toga masing-masing. Karena Ian terlalu asik dengan kehidupan malasnya yang dipenuhi oleh kegilaannya pada sepak bola dengan klub kesayangannya yaitu klub Manchaster United sehingga membuat gaya hidupnya menjadi anak muda masa kini yang cenderung kebarat-baratan tanpa sadar dimana mereka berpijak. Keanehan sesosok Ian bukan hanya itu saja ia sangat menggemari mie instant yang dimana lemari dapurnya dipenuhi mie instant kecintaannya, ditambah lagi ia menjadi fans berat seorang artis cantik yaitu Happy Salma seakan-akan membuatnya terus bermimpi dan bekeinginan memilikinya.

            Persahabatan yang telah terajut 7 tahun lamanya dimana semua aktivitas mereka lakukan bersama yang akhirnya mereka merasakan titik jenuh. Malam itu di Secret Garden tempat biasa mereka nongkrong taman belakang rumah Arial. Di malam itu mereka memutuskan untuk tidak bertemu ataupun berkomunikasi satu sama lainnya dengan waktu 3 bulan lamanya hingga bertemu pada tanggal 14 Agustus nantinya yang masih dirahasiakan oleh Genta. Selama tiga bulan mereka berpisah banyak keajaiban yang membuat hati mereka saling rindu akan persahabatannya. Tentang Arial yang jatuh cinta sama Indy, tentang Riani yang mencintai Zafran secara diam-diam tidak ada yang tahu, Ian yang akhirnya berhasil menyelesaikan skripsinya walaupun menghadapi banyak sekali revisi-revisi dan kegagalan yang membuatnya hampir menyerah namun entah kenapa Ian tidak mudah menyerah, Genta yang sukses jadi EO sebuah pameran dan memilih mengagumi Riani dengan diam, dan Zafran yang makin tergila-gila sama Arinda, adik Arial. Tanggal yang dinanti-nanti akhirnya datang juga, mereka dipertemukan di Stasiun Senen dan atas ide Genta mereka merayakan pertemuan tersebut dengan sebuah perjalanan Jakarta-Malang untuk mendaki Gunung Mahameru. Surganya dunia yang diciptakan oleh pencipta tertitipkan di Nusantara kita ini. Dalam perjalanan menuju tanah tertinggi di Pulau Jawa itu, banyak kejadian yang mengajarkan mereka ditambah Arinda tentang harapan, impian, persahabatan, cinta, kebersamaan, serta arti nasionalisme terhadap negeri tercinta ini.

            Dalam perjalanan tersebut mereka mengalami pendawasaan sebuah karakter yang mengubah kepribadian mereka melalui sebuah pencarian hingga memaknai hikmah dan arti kehidupan yang sesungguhnya. Satu hal yang membuat diriku makin menggilai novel ini dimana isi dari novel tersebut mengubah cerita persahabatan menjadi kisah petualangan yang dibumbui kisah cinta yang manis. Merupakan cinta segitiga diantara mereka yang dikemas dengan tawa bukanlah dengan tangis. Hari-hariku selalu dengannya, hingga tak pernah lepas dari genggamanku. Jelajahku terhadap novel itu hampir usai seakan-akan aku tak ingin melangkahkan jariku pada selembar kertas terakhir. Terjawab sudah teka teki di lubuk hati dan pikiranku tentang arti 5 cm terhadap isi didalamnya. Pada novel tersebut terdapat sebuah kutipan kalimat yang menjawab semua pertanyaanku yaitu "....Biar keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kamu, cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa. Percaya pada 5 centimeter di depan kening kamu....". Aku mengerti sudah kenapa novel itu berjudulkan 5 cm. Dari novel itu banyak kutipan yang menyadarkanku arti kehidupan yang sebenarnya, arti persahabatan dibalik cinta segitiga, dan arti dalam mensyukuri yang telah diciptakan oleh-Nya. 5 cm adalah jarak kita menaruh mimpi dan cita-cita di depan mata. Biarkan mengambang agar kita selalu melihatnya dan bertekad mengejarnya tanpa ada kata menyerah. Novel inilah yang membuat aku berkesan pada peristiwa didalamnya.

            Perjalanan kisah SMAku masih berlanjut, satu persatu aku mendapatkan teman, satu persatu temanku berbeda, dan satu persatu temanku pergi meninggalkanku. Banyak peristiwa yang terjadi dalam hidupku di waktu aku duduk di kelas XI. Kepergian datang menghantuiku sehingga membuat diriku merasa sendiri dan kesepian walaupun sebenarnya lingkunganku ramai. Aku merasa tidak mempunyai seorang sahabat dimana membuatku menjadi pendiam dan tertutup. Angan-anganku muncul yang dimana membuat aku berharap agar bisa menemukan sebuah persahabatan yang nyata sama halnya dengan novel yang kubaca. Hari terus berputar, tugas banyak datang menghampiri terutama tugas berkelompok. Aku dikelompokkan pada dua orang laki-laki dan satu perempuan. Entah mengapa semakin hari aku semakin terasa nyaman berada didekat mereka apalagi disaat bercerita bersama-sama. Karena aku dan mereka selalu dikelompokkan dan memiliki tugas yang sama, jadinya mereka mengerjakan tugas-tugas sekolah dirumahku. Aku merasa senang sekali disaat mereka datang dan berkumpul bersama. Aku merasa kisah di balik novel itu terjadi di balik kisah hidupku. Aku terus bersyukur dan terus tanpa henti bermimpi agar kelak aku memiliki sebuah persahabatan yang sama halnya pada novel itu.

            Bulan berjalan aku diresmikan menjadi anggota osis dengan jabatan sekretaris osis. Hariku terlalu padat dengan tugas-tugas yang ada. Tapi aku tidak berputus asah ataupun mengeluh dengan keadaan yang terjadi karena aku terus di beri semangat oleh mereka dan selalu ada disaat aku jatuh. Karena aku menjadi keanggotaan dalam osis sehingga tugas yang diberi harus diselesaikan bersama dan sebagian anggota yang lainnya ikut mengerjakan tugas dirumahku. Diantara mereka ada sesosok lelaki yang membuat aku nyaman, dan aku merasa dia pantas ikut bergabung dengan teman-temanku. Seperti biasanya setiap malam aku dan teman-temanku rajin berkumpul bersama apapun kondisinya dan aku berinisiatif untuk mengajak dia. Diluar perkiaraanku ternyata mereka dan dia memiliki kecocokkan dan sepaham satu sama lain. Perlahan dia mulai ikut bergabung dengan aku dan temanku, walaupun berbeda kelas. Namun disaat mengerjakan tugaspun dia juga ikut meskipun terkadang tugasnya berbeda. Persahabatan kamipun semakin erat, semua terasa indah seperti keluarga keduaku sendiri. Hampir tiada hari tanpa mereka, apapun kami kerjakan bersama dan kami lewati bersama.

            Persahabatanku terdiri dari lima orang termasuk diriku. Tiga laki-laki dan satu perempuan. dan ini karakter temanku, Raden Ahmad Muzakkir atau biasa dipanggil Jaki, laki-laki satu ini merupakan anak tunggal, sedikit manja. Dan dengan lawakan kecilnya dia mampu mencairkan suasana, dia sangat memperhatikan penampilannya. Disisi lain dia susah mengontrol emosinya yang menggebu-gebu, namun dia selalu berusaha ada untuk temannya. Lelaki kedua, Tiyas Eka Adinegoro biasa dipanggil Tiyas, laki-laki macho karena memiliki tubuh yang kekar, anak pertama dari tiga bersaudara yang selalu menuruti semua apa yang dibilang ibunya, sisi lain dia pemalu didepan orang lain tetapi didepan kami semua dia lebih terlihat jujur bagaimana sebenarnya dia. Lawakan lucunya dan tingkah laku konyolnya tak pernah terlepas dari setiap waktu berkumpul bersama. Ketiga seorang wanita cantik yang menemaniku dalam persahabatan ini, Nabelladiah dengan panggilan Bella, gadis manja yang hampir semua kemauannya harus terkabulkan. Tetapi dengan tingkah lakunya yang manja itu tak luput mengundang tawa. Seperti wanita pada umumnya dia sangat mudah tersentuh disaat salah satu temannya kesusahan. Sisi lain aku dan dia sudah berteman kurang lebih 11 tahun lamanya. Yang tekahir Dizky Kurniawan biasa dipanggil Dizky. Kenapa dia yang terakhir ? karena dia terakhir bergabung. Salah satu anak tunggal sama halnya dengan Jaki, hidup dikeluarga yang apa adanya tidak membuat dia menyerah akan keadaan. Selalu berusaha hadir disetiap berkumpulnya kami. Terkadang lawakan dan tingkah konyolnya menjadi penghibur kami disaat penat melanda. Sisi negatifnya dia terkadang egois dengan emosi yang kurang bisa dikontrolnya. Tapi kami berlima berusaha mengerti satu sama lain dan berusaha saling melengkapi.

            Hampir sama halnya dengan kisah yang ada di novel. Dalam persahabatan tak luput dari sebuah rasa yang terselubung, bak ada udang di balik batu, yaitu ada sebuah cinta di balik persahabatan. Seiring berjalannya waktu dan kebersamaan kami. Ternyata Jaki menyimpan rasa kepada Bella. Namun Jaki belum memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatinya. Aku, Tiyas, dan Dizky sebagai sahabat berusaha membantu dan mendukungnya. Bulanpun berganti,  disaat perlombaan paduan suara sewaktu pulang ternyata Jaki telah mengungkapkan apa yang ada di benak hatinya pada Bella. Tetapi diluar ekspektasi jawaban pahit harus diterima Jaki karena Bella sudah terlanjur nyaman dengan identitasnya sebagai sahabat. Kamipun selaku sahabat mencoba menghibur dan memberi semangat. Disaat Jaki mengulang kembali, nyatanya Bella sudah memilih orang lain. Sempat terjadi perselisihan diantara kami karena perbuatan Bella demikian. Namun kami tetap berusaha menjaga persahabatan ini yang susah payah dibangun agar tidak hancur dalam hal apapun. Ternyata ada rasa yang terselubung diantara aku dan Dizky. Sebenarnya aku telah lama mengenal Dizky, disaat aku bersedih ataupun mendapatkan masalah dia selalu menemaniku dan tak segan memberi waktu untukku disaat aku menceritakkan kegundahan hatiku. Dia merupakan pendengar yang baik dan memberikan saran terbaik padaku. Hingga pada akhirnya aku dan dia menyimpan perasaan yang sama. Waktu berjalan aku dan dia telah merajut sebuah hubungan sebagai kekasih sekaligus sahabatku. Tak cukup sampai disitu dengan hubungan kami mengundang pula sedikit pertentangan dari ketiga sahabatku. Tapi aku dan Dizky menciptakan jalan terbaik untuk persahabatan kecil ini.

            Bagaimanapun permasalahan yang datang dan konflik yang mucul, kami berusaha agar tiada terjadi perpecahan. Sedihpun kami ubah menjadi tawa bersama. Aku bersyukur bisa menemukan mereka disampingku. Nyatanya impian dan harapanku agar bisa memiliki persahabatan seperti novel itu terwujud. Hampir seluruh kisah novel itu sama dengan kisah persahabatanku. Berkat novel itu persahabatanku tercipta, kebetulan persahabatan ini berlima akhirnya aku dan sahabatku sepakat menamai persahabatan ini dengan nama 5 Km  sebagai plesetan dari novel itu. Terimakasih novel kesayanganku novel yang telah membuat hidupku berkesan dan tahu arti kehidupan yang sesungguhnya, sahabatku, keluarga kecilku, 5 Km........



Selesai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar