Minggu, 30 Oktober 2016

Karangan



Satu Buku Berjuta Cerita

            Buku ialah segudang ilmu. Semua genre buku memiliki misinya masing-masing. Di dalam buku banyak terukir kata-kata yang berusaha menarik perhatian pembaca. Membaca bukanlah kegemaranku, tapi beriringnya waktu berjalan waktu aku kelas X ada satu buku yang menaklukan pandanganku. Semua bermula dari ibuku. Karena ibuku sangat suka membaca. Semua jenis buku ia baca, terkhususnya novel. Suatu hari aku dengan tidak sengaja melirik satu novel diantara koleksi buku-buku ibuku. Sebuah novel yang bersampulkan hitam dan bertuliskan tinta putih, entah mengapa hatiku terenyah dan langkah demi langkah aku menghampiri novel itu. Mataku pun mulai membaca kata demi kata di belakang novel tersebut. Rasa penasaranku tercipta pada isi novel itu. Akhirnya aku larikan novel itu ke dalam kamarku. Tapi waktu tidak mendukungku untuk membaca novel itu, karena banyak tugas sekolah yang menumpuk di atas meja belajarku, mereka seakan-akan memanggilku “Selesaikan tugasmu Suci”. Akupun menunda membaca novel itu dan meyimpannya di sela-sela meja belajarku. Karena tugas yang terlalu menggunung dan menyita banyak waktu sehingga membuatku lelah dan membutuhkan asupan istirahat, yah jadinya aku tidak memiliki waktu akan novel yang tadinya hendak aku telusuri. Beberapa minggu berjalan sepulang sekolah pikiranku muncul dan teringat terhadap novel yang membuat hatiku penasaran beberapa minggu yang lalu. Dan aku mulai menjelajah meja belajar untuk menemukan novel tersebut. Dan hari itu hari sialku entah kemana novel itu berada, telah aku cari dari sudut ke sudut tapi aku tidak mendapatkannya, karena aku lelah dan aku terbaring sebentar di kasur empukku. Malam telah datang aku berniat ingin menanyakan kepada ibuku dimana nasib novel itu berada. Aku langkahkan kakiku ke kamar ibuku, pertanyaanku terjawab ternyata novel itu berada di tangan teman ibuku. Hati sedikit kecewa namun ibuku bilang kalau novel itu akan dikembalikan lagi pada ibu, ya setidaknya rasa kecewaku terhadap pernyataan itu membuat aku tersenyum kembali, karena awalnya aku pikir ibu memberikan novel itu ke temannya ternyata hanya meminjamkannya saja.

            Hari libur sekolah telah datang dan alhamdulilah aku beranjak naik ke kelas XI dan mendapatkan nilai yang tidak begitu mengecewakan. Karena hari libur panjang waktu-waktuku dipenuhi dengan kebosanan. Lalu hati dan pikiranku tertuju untuk ke lemari ibu yang dipenuhi buku-buku nan banyak. Wajahku tersirat senyuman kesenangan karena novel yang berbulan-bulan lamanya yang telah membuat aku penasaran dia ada di depan mataku sendiri. Langsung aku rampas novel itu dari lemari beranjak dari ruangan tersebut menuju kamar. Tidak pikir panjang-panjang dan tidak ingin menunda-nundanya, aku langsung membuka cover dari novel itu dan membaca selembar demi selembar kertas di dalam novel tersebut. Novel itu sudah menghipnotis hatiku, sehingga membuat aku terus dan terus membaca uraian kata demi kata yang tertuliskan di dalam novel itu. Ternyata membaca suatu hal yang sudah membuat hati kita penuh teka teki akan bacaan tersebut dan senang akan isi dari buku tersebut ialah menjadikan terciptanya rasa senang dan gemar dalam melirik kata per kata pada buku tersebut. Waktu terus berjalan, hari silih berganti, bulan berganti mentari, dan aku masih saja terpaku dan terkesipu pada novel itu. Oh iya aku belum memperkenalkan judul dari novel yang sudah membuat aku terhipnotis padanya. Novel itu berjudul 5 cm. Libur panjangku telah usai, aku mulai kembali ke rutinitasku untuk bersekolah. 5 cm belum selesai aku jelajahi dari bab ke bab yang ada, yang pada akhirnya disela waktuku di sekolah aku gandeng novel itu layaknya seperti kekasih yang selalu ada dan tak memandang tempat dimanapun aku hendak membacanya. Karena aku terlalu asik pada novel itu sehingga orang yang berada disekitarku terabaikan. Tapi aku tetap menjalankan kewajibanku sebagai siswa yang berusaha taat pada tugas sekolah ataupun sebagai anak pertama di rumah yang taat akan tugas rumah.

            Mungkin kalian penasaran kenapa aku terlalu gila terhadap novel itu. Ya novel itu memang tidak terlalu menarik pada sisi luarnya mungkin kalian pikir novel itu menyeramkan lantaran sampulnya yang berwarna hitam dan hanya bertuliskan 5 cm. Tapi kalian tidak menyadari bahwa persepsi terhadap luar novel itu tidaklah sama dengan yang ada di dalamnya. Awalnya aku juga berpikiran seperti itu, tapi ternyata aku salah. Ternyata novel ini secara garis besar berceritakan kisah persahabatan, percintaan, dan cinta terhadap tanah air kita ini. Hanya satu novel saja tapi bisa mengungkapkan begitu banyak misteri didalamnya, sehingga membuat diriku terus bertanya-tanya apa hubungan 5 cm dengan isi didalamnya. Dan hal itulah yang membuatku jatuh hati padanya. Awal pembukaan novel itu dengan memperkenalkan para tokoh yang karakternya masing-masing diperkuat oleh si penulis. Aku akan menceritakan sedikit isi pada novel ini kenapa aku menggila padanya. Di novel ini ada 5 orang tokoh yang dimana mereka menjalin sebuah persahabatan yang bermula pada saat SMA. Mereka ialah Arial, Zafran, Genta, Riani dan Ian. Mereka berlima memiliki karakter yang begitu unik menurut pandanganku. Arial seorang pria tampan yang berbadan kekar karena gemar berolahraga tapi dengan kekekarannya ternyata ia sangat begitu jatuh hati pada sebotol kecap, kemana-mana ia selalu membawa kecapnya, ya memang terlihat aneh dan lucu, tapi itulah karakternya. Dan yang lebih unik lagi kalau dia bertemu ataupun berbicara dengan wanita yang ia sukai yaitu Indy teman fitnessnya pasti ia menjadi seorang pria yang berwujud kerdil dan tidak pandai mengukir sepatah kata dari bibirnya. Beda halnya dengan Zafran, seorang pria yang sama tampannya dengan Arial tapi tubuhnya bertolak belakang dengan tubuh Arial, badan yang berpostur kurus, yang dunianya penuh dengan syairan entah apa artinya itu sehingga membuat sahabatnya ingin muntah, namun dengan kepribadiannya yang kocak dan lucu dengan tingkah laku konyolnya. Genta, sesosok pria tampan, mapan, yang selalu menunjukkan sikap sosial dan kepemimpinannya dan selalu dijadikan tempat curahan hati oleh sahabat-sahabatnya karena dengan kepribadiannya yang dewasa, sederhana, dan apa adanya. Dibalik kepribadiannya yang diidam-idamkan oleh semua wanita, namun ternyata hatinya tersimpan sesosok wanita cantik, pintar, yang menyandang status jomblowatinya, akan tetapi hati wanita itu tersimpan seorang pria yang ia sukai secara diam-diam yaitu Zafran. Sehingga cinta Genta bertepuk sebelah tangan. Wanita itu dengan jiwa sosialnya yang tinggi yang bisa membuat Genta tertaklukkan. Wanita itu ialah Riani, namun Genta tidak memiliki sebuah keberanian untuk jujur dalam mengungkapkan isi hatinya masing karena banyak yang ia pertimbangkan. Dan yang terakhir Ian berpostur gendut, imut, lucu, otaknya yang dipenuhi oleh pikiran kotor karena dibalik kamarnya tersimpan DVD porno yang selalu ia beli di tempat langganannya. Masih terdiam dengan kuliah nya berbeda dengan yang lainnya yang telah meraih toga masing-masing. Karena Ian terlalu asik dengan kehidupan malasnya yang dipenuhi oleh kegilaannya pada sepak bola dengan klub kesayangannya yaitu klub Manchaster United sehingga membuat gaya hidupnya menjadi anak muda masa kini yang cenderung kebarat-baratan tanpa sadar dimana mereka berpijak. Keanehan sesosok Ian bukan hanya itu saja ia sangat menggemari mie instant yang dimana lemari dapurnya dipenuhi mie instant kecintaannya, ditambah lagi ia menjadi fans berat seorang artis cantik yaitu Happy Salma seakan-akan membuatnya terus bermimpi dan bekeinginan memilikinya.

            Persahabatan yang telah terajut 7 tahun lamanya dimana semua aktivitas mereka lakukan bersama yang akhirnya mereka merasakan titik jenuh. Malam itu di Secret Garden tempat biasa mereka nongkrong taman belakang rumah Arial. Di malam itu mereka memutuskan untuk tidak bertemu ataupun berkomunikasi satu sama lainnya dengan waktu 3 bulan lamanya hingga bertemu pada tanggal 14 Agustus nantinya yang masih dirahasiakan oleh Genta. Selama tiga bulan mereka berpisah banyak keajaiban yang membuat hati mereka saling rindu akan persahabatannya. Tentang Arial yang jatuh cinta sama Indy, tentang Riani yang mencintai Zafran secara diam-diam tidak ada yang tahu, Ian yang akhirnya berhasil menyelesaikan skripsinya walaupun menghadapi banyak sekali revisi-revisi dan kegagalan yang membuatnya hampir menyerah namun entah kenapa Ian tidak mudah menyerah, Genta yang sukses jadi EO sebuah pameran dan memilih mengagumi Riani dengan diam, dan Zafran yang makin tergila-gila sama Arinda, adik Arial. Tanggal yang dinanti-nanti akhirnya datang juga, mereka dipertemukan di Stasiun Senen dan atas ide Genta mereka merayakan pertemuan tersebut dengan sebuah perjalanan Jakarta-Malang untuk mendaki Gunung Mahameru. Surganya dunia yang diciptakan oleh pencipta tertitipkan di Nusantara kita ini. Dalam perjalanan menuju tanah tertinggi di Pulau Jawa itu, banyak kejadian yang mengajarkan mereka ditambah Arinda tentang harapan, impian, persahabatan, cinta, kebersamaan, serta arti nasionalisme terhadap negeri tercinta ini.

            Dalam perjalanan tersebut mereka mengalami pendawasaan sebuah karakter yang mengubah kepribadian mereka melalui sebuah pencarian hingga memaknai hikmah dan arti kehidupan yang sesungguhnya. Satu hal yang membuat diriku makin menggilai novel ini dimana isi dari novel tersebut mengubah cerita persahabatan menjadi kisah petualangan yang dibumbui kisah cinta yang manis. Merupakan cinta segitiga diantara mereka yang dikemas dengan tawa bukanlah dengan tangis. Hari-hariku selalu dengannya, hingga tak pernah lepas dari genggamanku. Jelajahku terhadap novel itu hampir usai seakan-akan aku tak ingin melangkahkan jariku pada selembar kertas terakhir. Terjawab sudah teka teki di lubuk hati dan pikiranku tentang arti 5 cm terhadap isi didalamnya. Pada novel tersebut terdapat sebuah kutipan kalimat yang menjawab semua pertanyaanku yaitu "....Biar keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kamu, cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa. Percaya pada 5 centimeter di depan kening kamu....". Aku mengerti sudah kenapa novel itu berjudulkan 5 cm. Dari novel itu banyak kutipan yang menyadarkanku arti kehidupan yang sebenarnya, arti persahabatan dibalik cinta segitiga, dan arti dalam mensyukuri yang telah diciptakan oleh-Nya. 5 cm adalah jarak kita menaruh mimpi dan cita-cita di depan mata. Biarkan mengambang agar kita selalu melihatnya dan bertekad mengejarnya tanpa ada kata menyerah. Novel inilah yang membuat aku berkesan pada peristiwa didalamnya.

            Perjalanan kisah SMAku masih berlanjut, satu persatu aku mendapatkan teman, satu persatu temanku berbeda, dan satu persatu temanku pergi meninggalkanku. Banyak peristiwa yang terjadi dalam hidupku di waktu aku duduk di kelas XI. Kepergian datang menghantuiku sehingga membuat diriku merasa sendiri dan kesepian walaupun sebenarnya lingkunganku ramai. Aku merasa tidak mempunyai seorang sahabat dimana membuatku menjadi pendiam dan tertutup. Angan-anganku muncul yang dimana membuat aku berharap agar bisa menemukan sebuah persahabatan yang nyata sama halnya dengan novel yang kubaca. Hari terus berputar, tugas banyak datang menghampiri terutama tugas berkelompok. Aku dikelompokkan pada dua orang laki-laki dan satu perempuan. Entah mengapa semakin hari aku semakin terasa nyaman berada didekat mereka apalagi disaat bercerita bersama-sama. Karena aku dan mereka selalu dikelompokkan dan memiliki tugas yang sama, jadinya mereka mengerjakan tugas-tugas sekolah dirumahku. Aku merasa senang sekali disaat mereka datang dan berkumpul bersama. Aku merasa kisah di balik novel itu terjadi di balik kisah hidupku. Aku terus bersyukur dan terus tanpa henti bermimpi agar kelak aku memiliki sebuah persahabatan yang sama halnya pada novel itu.

            Bulan berjalan aku diresmikan menjadi anggota osis dengan jabatan sekretaris osis. Hariku terlalu padat dengan tugas-tugas yang ada. Tapi aku tidak berputus asah ataupun mengeluh dengan keadaan yang terjadi karena aku terus di beri semangat oleh mereka dan selalu ada disaat aku jatuh. Karena aku menjadi keanggotaan dalam osis sehingga tugas yang diberi harus diselesaikan bersama dan sebagian anggota yang lainnya ikut mengerjakan tugas dirumahku. Diantara mereka ada sesosok lelaki yang membuat aku nyaman, dan aku merasa dia pantas ikut bergabung dengan teman-temanku. Seperti biasanya setiap malam aku dan teman-temanku rajin berkumpul bersama apapun kondisinya dan aku berinisiatif untuk mengajak dia. Diluar perkiaraanku ternyata mereka dan dia memiliki kecocokkan dan sepaham satu sama lain. Perlahan dia mulai ikut bergabung dengan aku dan temanku, walaupun berbeda kelas. Namun disaat mengerjakan tugaspun dia juga ikut meskipun terkadang tugasnya berbeda. Persahabatan kamipun semakin erat, semua terasa indah seperti keluarga keduaku sendiri. Hampir tiada hari tanpa mereka, apapun kami kerjakan bersama dan kami lewati bersama.

            Persahabatanku terdiri dari lima orang termasuk diriku. Tiga laki-laki dan satu perempuan. dan ini karakter temanku, Raden Ahmad Muzakkir atau biasa dipanggil Jaki, laki-laki satu ini merupakan anak tunggal, sedikit manja. Dan dengan lawakan kecilnya dia mampu mencairkan suasana, dia sangat memperhatikan penampilannya. Disisi lain dia susah mengontrol emosinya yang menggebu-gebu, namun dia selalu berusaha ada untuk temannya. Lelaki kedua, Tiyas Eka Adinegoro biasa dipanggil Tiyas, laki-laki macho karena memiliki tubuh yang kekar, anak pertama dari tiga bersaudara yang selalu menuruti semua apa yang dibilang ibunya, sisi lain dia pemalu didepan orang lain tetapi didepan kami semua dia lebih terlihat jujur bagaimana sebenarnya dia. Lawakan lucunya dan tingkah laku konyolnya tak pernah terlepas dari setiap waktu berkumpul bersama. Ketiga seorang wanita cantik yang menemaniku dalam persahabatan ini, Nabelladiah dengan panggilan Bella, gadis manja yang hampir semua kemauannya harus terkabulkan. Tetapi dengan tingkah lakunya yang manja itu tak luput mengundang tawa. Seperti wanita pada umumnya dia sangat mudah tersentuh disaat salah satu temannya kesusahan. Sisi lain aku dan dia sudah berteman kurang lebih 11 tahun lamanya. Yang tekahir Dizky Kurniawan biasa dipanggil Dizky. Kenapa dia yang terakhir ? karena dia terakhir bergabung. Salah satu anak tunggal sama halnya dengan Jaki, hidup dikeluarga yang apa adanya tidak membuat dia menyerah akan keadaan. Selalu berusaha hadir disetiap berkumpulnya kami. Terkadang lawakan dan tingkah konyolnya menjadi penghibur kami disaat penat melanda. Sisi negatifnya dia terkadang egois dengan emosi yang kurang bisa dikontrolnya. Tapi kami berlima berusaha mengerti satu sama lain dan berusaha saling melengkapi.

            Hampir sama halnya dengan kisah yang ada di novel. Dalam persahabatan tak luput dari sebuah rasa yang terselubung, bak ada udang di balik batu, yaitu ada sebuah cinta di balik persahabatan. Seiring berjalannya waktu dan kebersamaan kami. Ternyata Jaki menyimpan rasa kepada Bella. Namun Jaki belum memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatinya. Aku, Tiyas, dan Dizky sebagai sahabat berusaha membantu dan mendukungnya. Bulanpun berganti,  disaat perlombaan paduan suara sewaktu pulang ternyata Jaki telah mengungkapkan apa yang ada di benak hatinya pada Bella. Tetapi diluar ekspektasi jawaban pahit harus diterima Jaki karena Bella sudah terlanjur nyaman dengan identitasnya sebagai sahabat. Kamipun selaku sahabat mencoba menghibur dan memberi semangat. Disaat Jaki mengulang kembali, nyatanya Bella sudah memilih orang lain. Sempat terjadi perselisihan diantara kami karena perbuatan Bella demikian. Namun kami tetap berusaha menjaga persahabatan ini yang susah payah dibangun agar tidak hancur dalam hal apapun. Ternyata ada rasa yang terselubung diantara aku dan Dizky. Sebenarnya aku telah lama mengenal Dizky, disaat aku bersedih ataupun mendapatkan masalah dia selalu menemaniku dan tak segan memberi waktu untukku disaat aku menceritakkan kegundahan hatiku. Dia merupakan pendengar yang baik dan memberikan saran terbaik padaku. Hingga pada akhirnya aku dan dia menyimpan perasaan yang sama. Waktu berjalan aku dan dia telah merajut sebuah hubungan sebagai kekasih sekaligus sahabatku. Tak cukup sampai disitu dengan hubungan kami mengundang pula sedikit pertentangan dari ketiga sahabatku. Tapi aku dan Dizky menciptakan jalan terbaik untuk persahabatan kecil ini.

            Bagaimanapun permasalahan yang datang dan konflik yang mucul, kami berusaha agar tiada terjadi perpecahan. Sedihpun kami ubah menjadi tawa bersama. Aku bersyukur bisa menemukan mereka disampingku. Nyatanya impian dan harapanku agar bisa memiliki persahabatan seperti novel itu terwujud. Hampir seluruh kisah novel itu sama dengan kisah persahabatanku. Berkat novel itu persahabatanku tercipta, kebetulan persahabatan ini berlima akhirnya aku dan sahabatku sepakat menamai persahabatan ini dengan nama 5 Km  sebagai plesetan dari novel itu. Terimakasih novel kesayanganku novel yang telah membuat hidupku berkesan dan tahu arti kehidupan yang sesungguhnya, sahabatku, keluarga kecilku, 5 Km........



Selesai
Ø Identitas Buku



Judul                           : Hurt (Cinta itu datang untuk pergi)
     Pengarang                   : Heri Putra (@tweetnesian)
     Penyunting                  : Andri Agus Fabianto (@andri_NaSTAR)
     Penata Letak               : Wie
     Desainer Sampul        : Oxta Estrada (@oktaestrada)
     Penerbit                      : Wahyumedia
     Tahun Terbit              : 2013
     Tebal                          : ii + 174 halaman
     Panjang                      : 12,7 x 19 cm

Ø Identitas Penulis
            Heri Putra adalah seorang siswa SMK N 4 yang menginjak usia 19 tahun. Lahir di Kota Samarinda pada 10 September 1993. Ia memiliki bermacam hobi seperti, baca, nulis, nonton, mendegarkan musik, berpetualang dalam imajinasi, plus berkicau di Twitternya. Dan itulah yang menjadikannya bisa menulis novel pertamanya “Hurt”.
Ø Sinopsis Novel
            Novel ini menceritakan seorang gadis remaja cantik dengan kemanjaannya yang terlihat pada bagaimana ia berbicara, suara yang lembut, raut wajah yang memelas saat berbicara dan ditambah lagi gerakan lemah lembut tubuhnya yang menggemaskan. Ia anak satu-satunya. Mungkin, itulah yang membentuk karakternya menjadi anak manja. Nabila itulah nama yang diberikan oleh orang tuanya. Nabila hidup berdua dengan ibunya, tanpa ada sosok pria kuat yang jadi pelindung keluarga. Ayahnya telah tiada karena kecelakaan ketika pulang dari kantor. Usia Nabila saat itu lebih dari satu tahun. Nabila memiliki dua orang sahabat yaitu, Laura dan Nico yang kerap dipanggil bule karena ibunya berasal dari Amerika. Pada pertengahan cerita terungkap bahwa Nico memiliki perasaan lebih kepada Nabila. Namun sayangnya, Nabila sudah jatuh hati kepada pria yang bernama Malik yang berwajah tampan, postur tubuh yang tinggi tegap, alisnya yang tebal dan warna bibirnya merah ranum, ditambah lagi rambut hitamnya tertata rapi dengan lesung di kedua pipinya. Disaat Nico ingin menyatakan isi hatinya lewat sepucuk surat pink dengan tinta pinknya. Ternyata Nabila lebih dulu menjadi pacar Malik. Sehingga membuat hati Nico terluka lebih dalam, lalu Nico pergi kerumah Laura untuk melepas perasaannya bahwa ia mencintai Nabila, pada saat itu juga hati Laura merasakan kepahitan yang sama dengan Nico, karena ia memendam perasaan kepada Nico. Semenjak itu Laura berjanji pada diri sendiri kalau dia akan membuang rasa cintanya. Lalu, rahasia Malik tebongkar, yaitu ia terkena HIV dan menyebabkan hubungannya dengan Nabila menjauh. Sedangkan disisi lain, Nico akan segera pindah ke Amerika. Pada akhir cerita, Nabila ditinggalkan oleh Malik untuk selamanya dan Nico yang pergi tanpa diketahui kapan kepulangannya kembali.
Ø Resensi Novel
·        Kelemahan Novel
            Di dalam novel ini menurut saya, pengarang kurang konsisten dalam menggunakan sudut pandang, karena di dalam cerita pengarang menggunakan sudut pandang orang ketiga, namun pada pertengahan cerita suatu kalimat berubah menjadi sudut pandang orang pertama dengan terselip menggunakan “aku” dan “kami”. Selain itu, novel ini memiliki kesalahan dalam penulisannya. Jika dibaca dari sinopsisnya, novel ini terlihat seperti sebuah sastra romantis tetapi, pada kenyataannya isi dari novel ini lebih mengarah kepada kehidupan percintaan remaja yang bersifat klise. Karena novel ini bersifat kisah cinta remaja maka pengarang menggunakan gaya bahasa yang kurang baku dan beberapa kalimat menggunakan bahasa asing.
·        Keunggulan Novel
Menurut saya si pengarang cukup berani, karena di dalam novel ini dia berani mengangkat cerita dengan diselipkannya penyakit berbahaya yaitu HIV walaupun penyakit tersebut tidak dijelaskan secara medis dan detail. Novel ini memiliki jumlah halaman yang tidak terlalu banyak dan dengan begitu dapat mempermudah pembaca membawanya kemana saja. Menurut saya di novel ini si pengarang menggunakan bahasa yang simple atau tidak baku sehingga mudah dimengerti oleh pembaca dan ceritanya pun dapat menggungah perasaan pembaca yang jadinya ikut terlarut dalam kisah cinta remaja saat ini. Di sisi lain, novel ini lebih cocok dibaca untuk kalangan remaja karena di dalam novel ini menyajikan kisah percintaan yang klise di kalangan remaja. Novel ini memiliki daya tarik untuk dibaca, karena terlihat dari cover dan sipnosis nya yang menarik terutama bagi kalangan remaja.
Ø Kesan
            Dari novel “Hurt” ini saya dapat mengambil hikmah bahwa kenyataannya tidak ada satupun yang di dunia ini bersifat abadi dan apa yang kita inginkan tidak semuanya kita dapatkan. Setelah membaca novel ini dapat memberikan pemahaman bahwa persahabatan itu melebihi segalanya, dan cinta yang tidak semestinya dapat merubah segalanya, persahabatan mungkin akan musnah jika seluruh mata memandang cinta. Karena cinta itu terselip oleh kata buta, sedangkan persahabatan tidak terlebit oleh kata buta. Novel “Hurt” ini menjelaskan bahwa cinta itu tidak harus memiliki, dan ketika kita jatuh cinta maka kita harus siap untuk patah hati. Bersikap setia dan perhatian kepada sahabat sudah menunjukan bahwa kita memberikan cinta dan kasih sayang yang tulus. Dari novel ini kita dapat mengetahui cinta yang sebenarnya dan merasakan kehilangan orang yang mencintai kita. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, siapa saja bisa berperan dalam perpisahan itu.

Sebuah Motivasi Ke STTN


Image result for motivasi sttn            Saya termasuk salah satu orang yang selalu memikirkan langkah ke depan dengan prinsip yang saya susun dengan sempurna nantinya. Tetapi orang menganggap saya terlalu lama dan takut dalam mengambil keputusan, karena saya selalu memikirkan segala sesuatu itu dengan matang dan tahu baik buruk ke depan. Dan prinsip motivasi terbesar saya yaitu saya bisa terpilih menjadi mahasiswi di Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN karena apa ? karena STTN adalah perguruan tinggi yang mewujudkan SDM profesional dan berkualitas tinggi di bidang nuklir atau bidang – bidang khusus sesuai program studi dengan prinsip – prinsip proses dan keselamatan nuklir. Bukan hanya itu saja STTN juga merupakan Sekolah tinggi favorit saya dari ratusan sekolah di Tanah Air ini, dan program studinya langkah dari program studi di Universitas lainnya. Kenapa saya memilih STTN karena yang saya tahu dari tujuan serta visi dan misi STTN adalah sekolah yang nantinya bisa menjadikan saya untuk menjadi SDM IPTEK nuklir yang profesional dan berkualitas tinggi.
            Juga mengingat perkembangan IPTEK nuklir di Indonesia makin meningkat maka dari itu saya ingin menjadi salah satu mahasiswi STTN untuk berkontribusi dan peluang kesempatan kerja sangat terbuka di STTN baik itu pada bidang industri, rumah sakit, pertanian, pertambangan, energi, inpeksi barang dan sebagainya. Banyak sebagian masyarakat berpikir negatif tentang  nuklir dan termasuk saya karena dipersepsikan sebagai senjata, bom, atau hal – hal lain yang negatif lainnya, tetapi saya mencari tahu apa itu  nukir, apa manfaat dan tujuannya, dan apa dampaknya jika disalahgunakan ?? dan ternyata  nuklir tidaklah buruk atau pun menakutkan seperti apa yang dibicarakan oleh orang banyak malahan nuklir memiliki banyak manfaat terutama untuk Tanah Air kita ini. “Padahal, keberadaan nuklir pemanfaatan serta penerapannya di berbagai sektor seperti kesehatan, pertanian, rumah sakit dan lain – lain, “ ungkap Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Prof. Dr. Ir. Djarot Sulistio Wisnusubroto.
            Program nuklir Indonesia adalah program untuk membangun dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir baik di bidang non-energi maupun di bidang energi untuk tujuan damai. Tenaga nuklir di Indonesia sebagai sumber energi biaya rendah, dengan memiliki pengetahuan di bidang nuklir tersebut maka dapat dipergunakan untuk memangkas biaya listrik dan untuk itulah saya memilih untuk menjadikan teknik nuklir sebagai jurusan yang saya pilih pada perkuliahan nanti di STTN agar nantinya bisa mendapatkan ilmu ketenaganukliran, bisa lebih memahami IPTEK nuklir, dan mengubah persepsi negatif masyarakat Indonesia terhadap IPTEK nuklir.
            Di tahun 2030 Indonesia berpeluang menjadi negara maju karena nanti  Indonesia akan dihuni oleh banyak manusia yang berada di usia produktif. Namun hal ini bisa menjadi pisau bermata dua, jika di 2030 pemuda – pemuda ini terdidik dengan baik dan benar tentunya negara kita akan memiliki banyak sekali kemajuan dan itu merupakan alasan juga kenapa saya melangkahkan kaki saya untuk menuntut ilmu di STTN agar saya bisa menjadi generasi muda yang terdidik, terdisiplin, profesional, dan berkualitas tinggi.
            Saya memilih STTN ini bukan hanya kemauan dan tekad saya saja tetapi ada orang tua, keluarga, dan orang disekitar saya  yang menjadi penyemangat saya dalam menghadapi dunia perkuliahan di STTN insyaallah nantinya . Saya melangkahkan kaki saya dengan restu Allah SWT serta ridho dan do’a  kedua orang tua saya yang insyaallahnya dapat mempermudahkan saya dalam menghadapi lika – liku hidup ini. Saya selalu beroptimis dalam segala hal terutama bisa terpilih menjadi mahasisiwi STTN dan harus percaya bahwa segala yang terjadi itu karena Allah SWT.
            Dan kesimpulan isi surat motivasi ini adalah saya memilih STTN karena ingin lebih dalam lagi mempelajari ilmu nuklir dan mengubah persepsi masyarakat terhadap teknologi nuklir yang dimana STTN dapat mewujudkan harapan saya menjadi teknisi nuklir profesional berkualitas yang memiliki landasan IPTEK yang berguna bagi banyak orang terutama bagi kesejahteraan dan kemajuan negara kita yaitu negara Indonesia  yang saya banggakan.