Ø Identitas Buku

Judul : Hurt (Cinta itu datang
untuk pergi)
Pengarang : Heri Putra (@tweetnesian)
Penyunting :
Andri Agus Fabianto (@andri_NaSTAR)
Penata Letak :
Wie
Desainer Sampul :
Oxta Estrada (@oktaestrada)
Penerbit :
Wahyumedia
Tahun Terbit :
2013
Tebal :
ii + 174 halaman
Panjang :
12,7 x 19 cm
Ø Identitas Penulis
Heri Putra adalah seorang siswa SMK N
4 yang menginjak usia 19 tahun. Lahir di Kota Samarinda pada 10 September 1993.
Ia memiliki bermacam hobi seperti, baca, nulis, nonton, mendegarkan musik,
berpetualang dalam imajinasi, plus berkicau di Twitternya. Dan itulah yang
menjadikannya bisa menulis novel pertamanya “Hurt”.
Ø Sinopsis Novel
Novel ini menceritakan seorang gadis
remaja cantik dengan kemanjaannya yang terlihat pada bagaimana ia berbicara,
suara yang lembut, raut wajah yang memelas saat berbicara dan ditambah lagi
gerakan lemah lembut tubuhnya yang menggemaskan. Ia anak satu-satunya. Mungkin,
itulah yang membentuk karakternya menjadi anak manja. Nabila itulah nama yang diberikan
oleh orang tuanya. Nabila hidup berdua dengan ibunya, tanpa ada sosok pria kuat
yang jadi pelindung keluarga. Ayahnya telah tiada karena kecelakaan ketika
pulang dari kantor. Usia Nabila saat itu lebih dari satu tahun. Nabila memiliki
dua orang sahabat yaitu, Laura dan Nico yang kerap dipanggil bule karena ibunya
berasal dari Amerika. Pada pertengahan cerita terungkap bahwa Nico memiliki
perasaan lebih kepada Nabila. Namun sayangnya, Nabila sudah jatuh hati kepada
pria yang bernama Malik yang berwajah tampan, postur tubuh yang tinggi tegap,
alisnya yang tebal dan warna bibirnya merah ranum, ditambah lagi rambut
hitamnya tertata rapi dengan lesung di kedua pipinya. Disaat Nico ingin
menyatakan isi hatinya lewat sepucuk surat pink dengan tinta pinknya. Ternyata
Nabila lebih dulu menjadi pacar Malik. Sehingga membuat hati Nico terluka lebih
dalam, lalu Nico pergi kerumah Laura untuk melepas perasaannya bahwa ia
mencintai Nabila, pada saat itu juga hati Laura merasakan kepahitan yang sama
dengan Nico, karena ia memendam perasaan kepada Nico. Semenjak itu Laura
berjanji pada diri sendiri kalau dia akan membuang rasa cintanya. Lalu, rahasia
Malik tebongkar, yaitu ia terkena HIV dan menyebabkan hubungannya dengan Nabila
menjauh. Sedangkan disisi lain, Nico akan segera pindah ke Amerika. Pada akhir
cerita, Nabila ditinggalkan oleh Malik untuk selamanya dan Nico yang pergi
tanpa diketahui kapan kepulangannya kembali.
Ø Resensi Novel
·
Kelemahan
Novel
Di dalam novel ini menurut saya,
pengarang kurang konsisten dalam menggunakan sudut pandang, karena di dalam
cerita pengarang menggunakan sudut pandang orang ketiga, namun pada pertengahan
cerita suatu kalimat berubah menjadi sudut pandang orang pertama dengan
terselip menggunakan “aku” dan “kami”. Selain itu, novel ini memiliki kesalahan
dalam penulisannya. Jika dibaca dari sinopsisnya, novel ini terlihat seperti
sebuah sastra romantis tetapi, pada kenyataannya isi dari novel ini lebih
mengarah kepada kehidupan percintaan remaja yang bersifat klise. Karena novel
ini bersifat kisah cinta remaja maka pengarang menggunakan gaya bahasa yang
kurang baku dan beberapa kalimat menggunakan bahasa asing.
·
Keunggulan
Novel
Menurut saya si pengarang cukup berani, karena di dalam novel
ini dia berani mengangkat cerita dengan diselipkannya penyakit berbahaya yaitu
HIV walaupun penyakit tersebut tidak dijelaskan secara medis dan detail. Novel
ini memiliki jumlah halaman yang tidak terlalu banyak dan dengan begitu dapat
mempermudah pembaca membawanya kemana saja. Menurut saya di novel ini si
pengarang menggunakan bahasa yang simple atau tidak baku sehingga mudah
dimengerti oleh pembaca dan ceritanya pun dapat menggungah perasaan pembaca
yang jadinya ikut terlarut dalam kisah cinta remaja saat ini. Di sisi lain,
novel ini lebih cocok dibaca untuk kalangan remaja karena di dalam novel ini
menyajikan kisah percintaan yang klise di kalangan remaja. Novel ini memiliki
daya tarik untuk dibaca, karena terlihat dari cover dan sipnosis nya yang
menarik terutama bagi kalangan remaja.
Ø Kesan
Dari novel “Hurt” ini saya dapat
mengambil hikmah bahwa kenyataannya tidak ada satupun yang di dunia ini
bersifat abadi dan apa yang kita inginkan tidak semuanya kita dapatkan. Setelah
membaca novel ini dapat memberikan pemahaman bahwa persahabatan itu melebihi
segalanya, dan cinta yang tidak semestinya dapat merubah segalanya,
persahabatan mungkin akan musnah jika seluruh mata memandang cinta. Karena
cinta itu terselip oleh kata buta, sedangkan persahabatan tidak terlebit oleh
kata buta. Novel “Hurt” ini menjelaskan bahwa cinta itu tidak harus memiliki,
dan ketika kita jatuh cinta maka kita harus siap untuk patah hati. Bersikap
setia dan perhatian kepada sahabat sudah menunjukan bahwa kita memberikan cinta
dan kasih sayang yang tulus. Dari novel ini kita dapat mengetahui cinta yang
sebenarnya dan merasakan kehilangan orang yang mencintai kita. Setiap pertemuan
pasti ada perpisahan, siapa saja bisa berperan dalam perpisahan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar